Kafe Buku: Tempat Kumpul Anak Muda Cinta Baca

Anak muda memiliki semangat yang bergelora. Mereka selalu ingin mencoba hal-hal baru namun sekaligus mudah merasa bosan. Demikian pula saat anak muda membaca buku. Mereka butuh suasana yang dinamis untuk menumbuhkan cinta baca. Daripada duduk khusyuk membaca buku di perpustakaan atau toko buku, anak-anak muda lebih suka menghabiskan waktunya di tempat-tempat santai seperti kafe. Untunglah, saat ini sudah muncul beberapa kafe buku di Indonesia. Kafe-kafe ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca!

Bayangkan! Kafe. Tempat yang identik dengan hal-hal menyenangkan. Buku. Benda yang identik dengan hal-hal serius dan intelektual. Keduanya berpadu dalam satu ruang dan waktu. Secangkir kopi, sebuah buku, alunan lagu, duduk nyaman bersama di dalam kafe. Bukan hanya nutrisi tubuh dan otak saja yang bertambah, membaca juga mengurangi stress lho!

Kafe buku sudah menjamur di negara-negara maju. Di Indonesia, kafe buku memang belum semarak. Akan tetapi, perlahan kafe buku telah merambah kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Sebut saja Roti Papi atau And/Or bookstore dan Kebun Bibi yang ada di Yogyakarta.

Jika melintas di jalan Bougenville sekitar Fakultas Teknik UNY, maka Sahabat akan menemukan bangunan dua lantai yang memiliki plang bertuliskan Roti Papi. Kafe ini menawarkan menu makanan western seperti roti, salad, dan pizza. Dekorasi kafe ini beberapa kali mengalami perubahan. Lantai 1 kafe ini difungsikan sebagai dapur. Naik ke lantai 2 melalui tangga sempit, akan dijumpai kursi dan sofa yang nyaman serta tak ketinggalan rak dan keranjang yang penuh buku. Inilah And/Or Bookstore. Buku-buku yang mereka tawarkan adalah buku-buku impor dari berbagai genre. Mulai dari buku anak, fiksi, how to, sampai ensiklopedia. Buku-buku tersebut dapat sekedar dibaca di tempat maupun dibeli dan dibawa pulang. Kafe buku yang satu ini buka pukul 12.00-22.00 WIB.

Beranjak dari jalan Bougenville, kita menuju selatan ke arah jalan Bantul lalu belok ke gang kampung Minggiran. Di sana akan kita dapati plang berbentuk papan penunjuk jalan bertuliskan Kebun Bibi. Kafe buku yang ini juga menyediakan buku-buku impor, namun sebagian besar adalah buku-buku fiksi. Semua buku yang dijual di sini berkisar antara 40-60 ribu rupiah. Apabila dalam sebulan kita bosan, kita dapat mengembalikan buku tersebut dan dihitung sebagai sewa buku. Sebagai imbalannya, uang kita kembali sektar 30-50% dari harga beli. Adapun menu yang ditawarkan adalah minuman-minuman lokal berupa kopi dan teh yang dikreasikan. Kafe buku yang ini buka pukul 17.00-22.00 WIB.

Nah, siapa bilang membaca harus berada di ruangan pengap dan kuno? Hadirnya kafe buku semacam ini memberikan warna baru dalam aktivitas membaca. Sahabat, ayo berkunjung ke kafe-kafe buku dan nikmati indahnya membaca sambil menyesap teh dan kopi! Selamat membaca!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *