Kiat Agar Anak Peduli Sesama

Tantangan para orang tua di Amerika Serikat saat ini adalah mengajak anak peduli sesama dan suka menolong. Riset yang dilakukan Dr. Richard Wiessbourd menunjukkan bahwa anak dan remaja di Amerika Serikat merasa orang tua lebih mementingkan prestasi akademik daripada berbuat baik. Ini berakibat pada sikap siswa yang suka mencontek demi mendapatkan nilai baik, berbuat semaunya sendiri dan kurang menghargai orang lain.

Sumber masalah ini adalah pola komunikasi orang tua terhadap anak yang terlalu menekankan prestasi akademik. Untuk memperbaiki perilaku anak dan remaja di Amerika Serikat, Dr. Wiessbourd memberikan kiat sebagai berikut:

Pertama, ubah gaya komunikasi! Selama ini orang tua mungkin hanya menanyakan prestasi anak di sekolah. Mulai sekarang, orang tua harus menanyakan juga perbuatan baik apa yang dilakukan. Jika orang tua memberi hadiah karena anak berprestasi, maka orang tua juga harus memberi hadiah jika anak berbuat baik pada sesama. Ini akan menunjukkan bahwa berbuat baik dan peduli sesama juga penting dan layak mendapat hadiah.

Kedua, beri anak peluang untuk berbuat baik! Anak-anak perlu berlatih berbuat baik dalam keseharian mereka. Ini dimulai dari yang sederhana seperti membantu membereskan rumah, membantu teman dan tetangga dan sebagainya. Selanjutnya dapat berkembang menjadi proyek sosial yang lebih besar seperti mengumpulkan sumbangan untuk anak yatim, kerja bakti dan sebagainya.

Ketiga, jadilah panutan bagi ananda! Anda perlu menjadi panutan bagi ananda, terutama dalam menyeimbangkan kecerdasan/prestasi dengan kepedulian pada sesama. Ajak ananda untuk berdiskusi tentang masalah sosial. Minta pendapat mereka, dengarkan saran mereka dan berikan pendapat anda. Anda pun perlu terlibat dalam kegiatan sosial dan ajak ananda ikut bersama anda.

Keempat, bantu ananda membangun kecerdasan emosinya! Kadang, keinginan anak untuk membantu dan peduli pada sesama terhambat oleh dirinya sendiri. Mungkin anak merasa malu atau tidak percaya diri sehingga sungkan membantu. Atau, ia merasa marah dan iri terhadap temannya sehingga tidak mau mengulurkan tangan. Anda perlu menemaninya melampaui itu semua. Sampaikan bahwa perasannya itu penting namun jangan sampai perasaan itu menghalanginya dari membantu orang lain.

Empat kiat di atas merupakan kiat-kiat sederhana untuk mendidik anak peduli sesama. Jika dilaksanakan secara terus-menerus, anak-anak akan memahami bahwa perilaku baik itu penting dan perlu mereka lakukan. Di saat yang sama, Sahabat juga perlu mengajak masyarakat untuk menilai penting pendidikan budi pekerti pada anak-anak, bukan hanya mementingkan prestasi akademik semata.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *