Pendidikan Anak Usia Dini ala Swedia

Swedia memiliki program Pendidikan Anak Usia Dini yang menarik. Anak usia 1-6 tahun yang mengikuti PAUD tidak belajar membaca, menulis dan berhitung. Yang ditekankan dalam pengajaran PAUD adalah nilai-nilai kemandirian, rasa ingin tahu dan kreativitas. Sahabat, mari simak bagaimana pengelolaan PAUD di Swedia!

Program PAUD di Swedia dimulai dari pukul enam pagi hingga enam petang. Adanya waktu panjang ini membantu orang tua yang bekerja untuk menitipkan anak mereka sejak pagi, sebelum masuk jam kerja. Jika anak datang pagi, para guru akan mengajak anak-anak untuk sarapan bersama. Ruang kelas pun diubah menjadi ruang makan dan seorang guru akan menemani satu kelompok kecil anak-anak untuk sarapan.

Kegiatan PAUD dimulai dengan bernyanyi bersama, untuk membangun keceriaan anak belajar hari itu. Anak-anak kemudian beraktivitas di berbagai ruangan di sekolah, yang uniknya ditata seperti rumah, lengkap dengan perabotnya. Dengan penataan ini, anak-anak akan merasa nyaman karena mereka seakan berada di rumah masing-masing.

Evaluasi dilaksanakan di PAUD untuk menilai proses sekolah menanamkan nilai-nilai kemandirian, rasa ingin tahu dan kreativitas pada anak. Evaluasi tidak menilai kemampuan anak. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, para guru diminta untuk banyak bertanya pada siswa dan membangun semangat siswa untuk mandiri. Suasana ini membuat anak-anak Swedia tumbuh dengan nyaman. Rasa ingin tahu, naluri eksplorasi dan kreativitas pun berkembang.

Pola pendidikan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan pemerintah Swedia. Anggaran untuk program PAUD di Swedia sangat besar. Sebagai contoh, satu PAUD dengan 250 orang siswa mendapatkan anggaran setara dengan Rp. 30 milyar per tahun! Ini angka yang sangat besar, bahkan untuk ukuran negara Eropa. Inggris hanya menganggarkan sepertiga dari anggaran pendidikan Swedia. Orang tua pun memberikan dukungan pada sekolah. Orang tua di Swedia terlibat dalam proses pendidikan anak usia dini. Di rumah, orang tua ikut bermain bersama anak, mengajak mereka mengamati alam dan menumbuhkan rasa ingin tahu. Bagi orang tua di Swedia, PAUD adalah sarana untuk anak bersosialisasi.

Jika pendidikan anak usia dini di Indonesia akan menerapkan pola seperti di Swedia, maka dukungan dari semua pihak ini juga perlu ada. Jika dukungan anggaran dari pemerintah dinilai terlalu berat, maka setidaknya pemerintah perlu merancang kurikulum PAUD, TK dan SD yang selaras. Budaya belajar sambil bermain perlu semakin digalakkan.

Orang tua di Indonesia pun perlu terlibat dengan kegiatan anak sepulang sekolah. Orang tua perlu mengajak anak bermain dengan permainan tradisional maupun kekinian yang membantu anak belajar. Orang tua perlu rutin membacakan buku pada anak, setidaknya sepuluh menit per hari. Orang tua tidak bisa angkat tangan dari proses pendidikan anak dan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah.

Share

3 thoughts on “Pendidikan Anak Usia Dini ala Swedia

  • August 31, 2016 at 12:42 pm
    Permalink

    Sedih juga pas tahu di lingkungan tempat tinggal kami banyak ibu mengantar anaknya yang masih 5 tahun pagi-pagi dengan dalih biar diajari membaca gurunya. Super banyak yg beranggapan bhw sedini mungkin belajar calistung maka bisa menguasainya dg cepat. Mungkin PAUD Titik Nol agak mengarah ke model pendidikan di Swedia ya? Dan yang di daerah… baru bisa melihat.

    Reply
  • January 27, 2016 at 8:09 am
    Permalink

    JIka Indonesia seperti di swedia…Anak-anak akan tidak akan punya kebiasaan dewasa kini..
    WAJIB, indonesia meniru gaya pendidikan di swedia karena anak2 kcil jaman sekarang sedikit kacau kebiasaan salah satu contoh sudah terbiasa merokok…ini hal yang aneh…
    GOOD ARTIKEL ….GOOD INFO
    Terima kasih yaaa

    Reply
    • January 28, 2016 at 12:24 am
      Permalink

      Terima kasih sudah berkunjung, Pak Ahmad. Semoga pendidikan di Indonesia dapat makin jaya!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *