Belajar Membaca tanpa Tangis

Belajar membaca bisa jadi hal yang menyeramkan dan menimbulkan kecemasan bagi sebagian anak. Rasa seram dan cemas ini muncul karena membaca -dan menulis- merupakan sebuah bentuk komunikasi baru bagi anak. Jika sebelumnya anak-anak berkomunikasi melalui ucapan, kini mereka belajar mengenal huruf, merangkai huruf menjadi kata dan menemukan makna dari kata tersebut. Semua ini tentu sangat menantang bagi anak-anak.

Menyadari pentingnya lingkungan yang mendukung bagi anak-anak untuk belajar membaca, para guru di Broadmead Primary, Croydon, pun membuat program Belajar Membaca tanpa Tangis. Dengan program ini, para guru mengajarkan membaca melalui beberapa kegiatan yang menyenangkan bagi para siswa yang berusia lima tahun ke atas.

Tahap pertama, kelas diawali dengan kegiatan bersama mengenal huruf dan cara bacanya. Untuk mempermudah anak menghafal huruf dan cara bacanya, para guru mengajarkan gerakan tubuh khusus untuk setiap huruf. Misalnya, untuk memperkenalkan huruf M dibaca em, para guru mengusap perut sambil berkata, “Emmmm…,” menirukan ekspresi ketika kenyang.

Tahap kedua, para siswa diajak untuk mengingat kembali huruf dan cara baca yang telah diajarkan pada pertemuan lalu. Para siswa diminta untuk menggunakan gerakan peraga yang telah diajarkan. Pada tahap ini, guru juga mulai mengenalkan cara mengeja kata-kata sederhana kepada para siswa. Misalnya, MAN dieja sebagai em-a-en.

Tahap pertama dan kedua ini berlangsung singkat, tidak lebih dari lima belas menit. Selanjutnya, masuk pada Tahap ketiga, yakni permainan. Menyadari bahwa anak-anak belum memiliki daya konsentrasi yang panjang dan tidak betah duduk, para guru pun merancang aneka permainan sederhana yang membuat siswa terlibat aktif dan bergerak selama pelajaran. Salah satu permainan yang dilakukan adalah dengan membagikan kartu bertuliskan kata-kata sederhana pada para siswa. Kemudian, guru membacakan salah satu kata. Siswa-siswa yang memiliki kata tersebut kemudian berdiri dan berpindah tempat.

Setelah anak-anak kembali segar, pelajaran memasuki tahap keempat, yakni membaca buku cerita bersama-sama. Tahap ini penting agar para siswa memahami penggunaan huruf-huruf dalam kalimat dan aktivitas nyata. Untuk meningkatkan pemahaman bacaan anak, saat membaca para guru meminta anak-anak untuk mengulang kata atau menanyakan jalan cerita pada mereka.

Keempat tahap ini dilaksanakan setiap hari dengan durasi satu jam hingga satu setengah jam. Dengan kegiatan ini, kemampuan membaca para siswa di Broadmead Primary pun meningkat. Tahapan yang sama dapat Sahabat terapkan baik di rumah maupun di sekolah. Semoga dengan empat tahap Belajar Membaca tanpa Menangis ini, anak-anak akan asyik dan menikmati pelajaran membaca!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *