Misteri Matematika dan Membaca

Dr. Hadi Susanto adalah ilmuwan cerdas dari Indonesia yang sukses berkiprah di dunia internasional. Selain pandai di bidang matematika, beliau juga suka membaca. Lalu, apakah ada hubungan antara matematika dan membaca? Ataukah, Hadi Susanto merupakan sosok unik yang memiliki kecerdasan berganda, baik cerdas matematika maupun cerdas membaca?

Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh Dr. Alice Sullivan (2013) dari Institute of Education, London University, kegemaran membaca seorang anak ternyata membantunya menguasai matematika! Penelitian ini mengambil data dari 6.000 orang penduduk Inggris.

Penelitian ini menelisik kebiasaan membaca para subyek secara berkala di usia lima, sepuluh dan enam belas tahun. Kemudian, di usia enam belas tahun tersebut para subyek penelitian mengambil tes kecerdasan. Dari sana, diketahui bahwa subyek yang memiliki kebiasaan membaca sejak usia sepuluh tahun ternyata memiliki kecerdasan lebih dibandingkan subyek yang jarang membaca.

Menurut Alice, kegemaran membaca membuka jendela pengetahuan anak, mengenalkan mereka pada kata-kata dan konsep baru. Pengetahuan yang luas ini menunjang proses belajar anak dan inilah yang membuat mereka memiliki kecerdasan lebih dibandingkan rekan-rekan sebayanya. Manfaat kegemaran membaca sejak kecil ini ternyata sangat luar biasa. Berdasarkan penelitian ini, seorang anak yang gemar membaca memiliki peluang empat kali lipat lebih cerdas dibandingkan dengan anak yang memiliki orang tua dengan pendidikan sarjana.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh MacGregor dan Price (1999). Berdasarkan penelitian ini, kemampuan membaca membantu perkembangan cara berpikir anak dan kemampuan matematika. MacGregor dan Price berpandangan bahwa kemampuan membaca dan kemampuan matematika memiliki dasar yang sama, yakni mengenali simbol dan hubungan antar simbol. Anak yang gemar membaca dengan sendirinya terlatih mengenali simbol sehingga lebih mudah baginya untuk mengerjakan matematika. Maka, misteri di antara matematika dan membaca pun terungkap!

Nah, Sahabat, semakin jelas kan manfaat gemar membaca? Maka mari tumbuhkan budaya cinta baca di rumah! Tanamkan pemahaman pada ananda bahwa gemar membaca akan membawa banyak manfaat bagi masa depannya. Tentu, Ayah dan Bunda harus selalu memberi teladan pada ananda dengan rutin membaca juga di rumah! Sepakat, ya?

 

MacGregor, M., & Price, E.. (1999). An Exploration of Aspects of Language Proficiency and Algebra Learning. Journal for Research in Mathematics Education, 30(4), 449–467.

Sullivan, A., and Brown, M.. (2013). Social inequalities in cognitive scores at age 16: The role of reading. CLS Working Papers, 2013/1.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *