Cinta Matematika bawa Melanglang Buana

Matematika? Sulit dan bikin pusing! Mungkin itu yang banyak anak rasakan saat harus berhadapan dengan matematika. Namun tidak bagi Dr. Hadi Susanto. Pria kelahiran Lumajang ini cinta matematika sejak SD. Siapa kira, kecintaannya pada matematika itu mengantarnya keliling dunia, hingga kini menjadi profesor muda di University of Essex, Inggris?

Hadi lupa sejak kapan pastinya ia jatuh cinta pada matematika. Namun ia ingat, rasa sukanya bermain angka ini muncul karena saat ia kecil, ayahnya mengajarinya matematika dengan cara yang menyenangkan. Belajar matematika bagi Hadi kecil menjadi sebuah permainan dan petualangan. Tak jarang, ia menebar kertas-kertas di lantai untuk belajar matematika. Kertas yang bertebaran ini sampai sekarang masih menjadi ciri khasnya ketika bekerja. Meja kerjanya di University of Essex selalu dipenuhi kertas dan buku, tanda giatnya Hadi bekerja dan terus belajar.

Cintanya pada matematika ini terus berkembang dan membuat Hadi tumbuh menjadi pemuda yang penuh prestasi. Berkat dukungan kedua orang tuanya, Hadi kuliah di ITB. Ia mendapatkan Ganesha Prize di tahun 2000 sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama. Hadiahnya? Mengunjungi Belanda selama tiga bulan.

Prestasi Hadi menarik minat pihak Universiteit Twente (UT), Belanda. Selepas wisuda sarjana, UT menawarinya untuk mengambil program pascasarjana kombinasi MSc/PhD. Ia pun menuntut ilmu di Belanda selama empat tahun. Pada usia yang masih muda, 27 tahun, ia mendapatkan gelar sebagai doktor di bidang matematika. Selepas itu, ia bertualang ke Amerika Serikat, meneliti dan mengajar matematika di University of Massachusetts, sebelum akhirnya menetap di Inggris hingga sekarang.

Selain mencintai matematika, Hadi juga cinta membaca. Tak terhitung berapa buku yang telah ia tamatkan. Kebiasaan membacanya ini telah terpupuk sejak kecil. Hadi ingat, saking rajinnya membaca di masa kecil dulu, ia sampai kehabisan bahan bacaan. Tak kehilangan akal, ia pun membaca koran-koran bekas yang dibeli kiloan untuk toko Neneknya.

Hadi pun pandai berbahasa. Saat ini ia menguasai bahasa Jawa, Madura, Indonesia, Inggris, Belanda dan Arab. Uniknya, ia tidak pernah mengikuti les bahasa asing sekali pun. Yang ia lakukan untuk belajar bahasa adalah praktek membaca dan bercakap-cakap. Bagi Hadi, seseorang bisa dibilang mampu berbahasa asing jika sudah mimpi berbicara dalam bahasa tersebut!

Cinta matematika dan bahasa ini pun berbuah buku berjudul Tuhan pasti Ahli Matematika. Melalui buku ini, Hadi memaparkan keajaiban konsep matematika yang ada di dunia, mulai dari tetesan kopi hingga seni. Melalui buku ini, Hadi ingin berbagi bahwa matematika ternyata tidak membosankan atau menakutkan.

Sahabat, perjuangan dan prestasi Dr. Hadi Susanto ini layak menjadi inspirasi. Penting bagi orang tua dan guru untuk mengenali potensi anak dan mendukung pengembangannya. Menanamkan budaya cinta baca di keluarga pun penting dilakukan sejak dini sebagai bekal mereka di masa depan!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *