Dari Pembaca Buku Jadi Ilmuwan Dunia

Saat ini, perkembangan teknologi terasa begitu pesat. Baru berapa tahun silam telepon genggam (handphone) muncul dengan sangat sederhana namun kini sudah berubah dengan layar sentuh dan sejuta kecanggihan lain. Nah, siapa sangka salah seorang ilmuwan yang berjasa pada dunia itu berasal seorang anak pembaca buku dari Kediri?

Ilmuwan ini adalah Dr. Eng Khoirul Anwar. Beliau lahir di Kediri dari (almarhum) Sudjiarto dan Siti Padmi. Keluarganya adalah keluarga petani. Ayah beliau wafat saat Khoirul kecil baru lulus SD. Sang Ibunda pun meneruskan perjuangan keluarga, mendorong Khoirul untuk terus semangat menempuh pendidikan hingga SMA.

Alhamdulillah, Khoirul mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di ITB. Ia kemudian mendapatkan beasiswa dari Panasonic untuk menempuh S2 di NAIST, Jepang. Kegigihannya selama kuliah di Jepang membuatnya mendapatkan beasiswa untuk program doktoral.

Saat berada di Jepang inilah Khoirul mengembangkan teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Penemuan Khoirul ini luar biasa karena mematahkan teori-teori sebelumnya yang diakui dunia. Teknologi ini kemudian menjadi standar internasional untuk komunikasi baik untuk sistem terestrial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).

Istimewanya, Khoirul mendapatkan ide itu dari komik/anime Dragon Ball! Ketika bercengkrama dengan rekan-rekan Jepangnya, ia mendengar tentang kisah komik/anime Dragon Ball. Setelah melakukan penelitian, ia pun terinspirasi oleh mengubah jurus pamungkas Goku, tokoh dalam serial Dragon Ball. Ia menurunkan ide tersebut ke formula matematika dan kemudian mengaplikasikannya pada teknologi komunikasi. Penelitiannya ini sangat menarik hingga memenangkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Siapa yang mengira, pembaca buku dari Kediri ini bisa melesat menjadi ilmuwan dunia?

Kemampuan Khoirul menerjemahkan konsep fiksi menjadi penemuan ilmiah ini tentu tidak muncul begitu saja. Sejak kecil, Khoirul memang sangat suka membaca. Di sela-sela waktu belajarnya, Khoirul kecil sangat suka membaca buku teori Ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Michael Faraday, bahan bacaan yang terbilang ‘berat’ bagi anak seusianya. Ia pun memiliki minat yang sangat besar terhadap sains. Kecintaannya pada buku dan sains ini kemudian melahirkan penemuan fenomenal yang membawa namanya mendunia.

Kebiasaan membaca dan meneliti ini ia ajarkan pula pada anak-anaknya. Bersama sang istri, Sri Yayu Indriyani yang juga aktivis literasi, Khoirul mengajak anak-anaknya untuk banyak membaca, menonton film yang berkualitas dan meneliti dunia di sekitar mereka. Pasangan ini yakin bahwa aktivitas membaca dan meneliti ini akan mengembangkan kreativitas putra-putri mereka.

Luar biasa ya Sahabat, betapa membaca benar-benar membuka kunci menuju dunia! Nah bagaimana dengan Sahabat dan keluarga? Sudahkah mulai menumbuhkan budaya membaca di rumah? Siapa tahu, dari pembaca buku dan cerita, Sahabat dan ananda pun dapat tumbuh menjadi sosok kaliber dunia seperti Dr. Khoirul!

Share

2 thoughts on “Dari Pembaca Buku Jadi Ilmuwan Dunia

  • November 19, 2015 at 1:57 am
    Permalink

    Subhanallah… inspiratif sekali. Betapa Indonesia sebenarnya memiliki banyak putera-puteri yang sangat berbakat.

    Reply
    • November 19, 2015 at 2:31 am
      Permalink

      Dari wawancara kami, beliau menekankan: sukses beliau dibangun dengan menjadi pembaca buku sejak kecil.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *