Anak saya terlambat baca!

Orang tua Andi sedang resah. Meski sudah berusia enam tahun, Andi masih belum dapat membaca buku dengan lancar. Rasa gelisah ini semakin menjadi saat melihat Bagas, teman bermain Andi, sudah pandai membaca. Padahal, usia Bagas dan Andi hampir sama. Apakah ini berarti Andi terlambat baca? Orang tua Andi pun ingin memasukkan Andi ke les membaca agar Andi dapat mengejar ketertinggalannya dalam membaca.

Namun, betulkah Andi terlambat baca di usianya yang enam tahun? Menurut Jean Gross, seorang pakar pendidikan anak di Inggris, orang tua Andi tidak perlu resah dengan Andi yang belum dapat membaca buku dengan lancar. Tidak ada istilah “anak terlambat membaca”, yang lebih tepat adalah “anak kurang dibiasakan membaca.”

Jean Gross menyampaikan bahwa kemampuan membaca tidak ditentukan oleh kecerdasan anak, tapi oleh kebiasaan mereka. Jika orang tua biasa mengajak anak membaca, maka anak akan lebih cepat mampu membaca. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menumbuhkan kebiasaan membaca buku bersama anak di rumah mereka.

Tidak kalah pentingnya, Jean juga berpesan agar orang tua jangan tergesa-gesa memaksa anak untuk membaca. Orang tua juga tidak sepatutnya membanding-bandingkan anak mereka dengan teman-temannya, apalagi menjadikan kemampuan baca anak sebagai ajang kompetisi dengan orang tua lain. Jika orang tua memarahi anak karena “tertinggal” dari temannya, ini justru dapat menumbuhkan perasaan tertekan pada anak dan membuatnya enggan membaca. Justru utus asa ini yang akan membuat anak terlambat baca.

Selanjutnya, simak pula kiat-kiat dari Jean Gross untuk menumbuhkan kebiasaan membaca pada ananda.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *