Tragedi Nol Buku Anak Indonesia?

“Anak-anak kita mengalami yang namanya tragedi nol buku,” kata Retno Lestyarti, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia dalam diskusi bertajuk “Riset Struktur Kabinet Indonesia Berdikari” di Fx Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2014).

Menurut Retno, Unesco telah melakukan survei tingkat minat baca anak dengan melihat jumlah bacaan buku referensi (bukan buku paket sekolah) di seluruh negara di dunia. Rupanya, berdasarkan hasil survei itu anak-anak Indonesia hanya mambaca 27 halaman buku per-tahun, dengan kata lain, anak-anak usia sekolah di Indonesia hanya mampu membaca satu halaman buku selama 15 hari.

Duh, tentu kita merasa sedih kalau penelitian Unesco itu akurat. Tingkat membaca anak Indonesia ternyata masih sangat rendah. Untuk itu, kita perlu belajar ke Uni Eropa yang menumbuhkan minat baca anak melalui pembentukan keluarga pembaca. Berbagai penelitian pun telah mengungkapkan bahwa budaya membaca pada anak akan tumbuh jika keluarganya cinta membaca.

Untuk itu, Ayah, Bunda, Sahabat semua, sebelum kecewa dan sedih karena si kecil tidak suka membaca, yuk ubah dulu kebiasaan kita! Mulailah budaya membaca dari diri sendiri, nanti si kecil pasti akan tertular cinta membaca.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *