Membangun Keluarga Pembaca

Ganjar Widhiyoga
PhD Candidate in International Relations, Durham University, UK

 

Negara-negara di Eropa menilai tumbuhnya minat baca pada anak sebagai suatu hal yang sangat penting bagi kemajuan. Melalui wadah Uni Eropa, negara-negara ini menuangkan dana dan tenaga untuk melakukan riset, mengkaji faktor apa yang dapat mendukung anak-anak agar terampil membaca. Salah satu penelitian tersebut dilakukan oleh Stiftung Lesen (Jerman) pada 2009. Penelitian ini melibatkan 3000 anak usia 9-13 tahun dan orang tua mereka.

Hasil penelitian dari Stiftung Lesen menyatakan beberapa hal yang menarik untuk kita cermati:

1) Anak yang terbiasa dibacakan cerita di rumah akan merasa senang membaca.
2) Anak yang terbiasa dibacakan cerita di rumah akan lebih percaya diri saat belajar di sekolah.

Penelitian ini juga menyatakan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu akan sangat terbantu jika keluarga mereka terbiasa membaca. Sebanyak 45% responden yang merupakan anak-anak dari keluarga tidak mampu berkata bahwa mereka menjadi lebih percaya diri dan mudah menyerap pelajaran di sekolah karena mereka terbiasa membaca di rumah.

Menanggapi hasil penelitian ini, Menteri Keluarga, Perempuan dan Pemuda, Ursula von der Leyen menyatakan bahwa orang tua memegang kunci utama terhadap keberhasilan anak mereka. “Orang tua menjadi teladan bagi anak. Kebiasaan orang tua akan sangat mempengaruhi kebiasaan anak. Untuk membentuk anak yang suka membaca, perlu membentuk keluarga yang juga suka membaca.”

Penelitian ini dapat menjadi cermin bagi kita di Indonesia. Jika kita ingin anak cerdas, percaya diri dan berprestasi maka mengenalkan buku sejak dini pada anak dan membiasakan anak membaca adalah wajib bagi orang tua. Tapi menyuruh anak membaca tidaklah cukup. Orang tua harus memberi contoh pada anak dengan menjadi pembaca pula. Tanpa keteladanan orang tua, anak akan sulit menumbuhkan kebiasaan membaca. Karena itu, yang kita perlukan bukan gerakan anak membaca melainkan gerakan menumbuhkan keluarga pembaca.

Sahabat, bagaimana dengan anda? Sudahkah membentuk keluarga pembaca di rumah?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *